Akal, pikiran, nafsu dan perasaan yang Allah ciptakan untuk kita sebagai manusia adalah pelengkap dan penyempurna dari sekian banyak anggota fisik yang Allah ciptakan untuk kita. Manusia diciptakan Allah berbeda dengan dengan makhluk lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Mereka tidak dianugrahi akal. Jadi wajar kalau mereka tidak punya norma dan rasa malu. Terus bagaimana dengan kita ? Kita adalah makhluk yang paling mulia. Mengapa Allah ciptakan akal untuk manusia ? Nah, dengan adanya akal kita dituntut untuk berpikir dan pertanyaan itu sudah pasti bisa kita jawab. Yaah, manusia diciptakan akal untuk memikirkan kebesaran Allah, beribadah pada Allah, supaya kita bisa membedakan baik dan buruk dan yang mesti kudu kita lakukan adalah seslalu bersyukur pada Nya. Tuhhkan kita makhluk yang mulia,.
Dengan adanya akal dalam berteman pun kita dituntut berpikir, teman manakah yang pantas menjadi sahabat kita sampai ke Jannah Nya. Semuanya bisa jadi teman, tetapi penting juga buat kita untuk memilih. Memilih bukan berati membenci mereka yang tak pantas menjadi teman. Tetap menjalin silahturrahmi dengan siapa saja, tetapi untuk mencari teman dekat atau sahabat carilah yang sekiranya bisa membuat cinta kita kepada Allah bertambah, yang bisa membuat kualitas iman kita meningkat. Kalau iman kita kuat, tak ada alasan kita juga menjauhi teman yang tak sepaham dalam mencintai Allah. Dekati, rengkuh dan ajak dia untuk sama-sama menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala larangan Nya. Luluhkan hatinya untuk selalu ingat Allah. Karena kewajiban sesama muslim adalah saling mengingatkan.
Begitu besar pengaruh teman dalam kehidupan seseorang. Jadi pilihlah teman yang dapat mengangkat kemuliaan kita di dunia dan akhirat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi perumpamaan dengan bersabda: “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka kamu kemungkinan dia memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau anyir” (HR Bukhari dan Muslim)
“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar