Selasa, 25 Maret 2014
Penggangguran bukanlah sesuatu yang layak untuk direndahkan
Lewat tulisan ini ku lukiskan apa yang ku rasa, ku tak ingin apa yang ku rasa tertumpah dengan luapan emosi. Walaupun kadang begitu sakit yang ku rasa, tapi ku berusaha mengendalikan gejolak kecewa ini dengan senjata sabar. Buku-buku motivasi yang ku baca begitu banyak memberikan kontribusi dalam kehidupanku. Rasa sakit yang ku terima dari berbagai pihak membuat ku kuat dan kembali bangkit untuk membuktikan bahwa ku bisa lebih dari mereka. Status pengangguran yang ku sandang sekarang, seakan-akan dipandang sebelah mata oleh mereka yang mendapat pekerjaan yang cukup bagus. Masih ingat aku akan kata-kata yang dilontarkan oleh seseorang lewat chat di facebook, "dari kecil sampai sekarang sudah sarjana masa masih jadi beban orang tua?'' padahal waktu itu sudah aku jelaskan bahwa aku sudah berusaha melamar pekerjaan ke berbagai kantor, hanya saja belum ada panggilan. Lagian waktu ku tidak terbuang cuma-cuma oleh status pengangguran ku, aku masih bisa menghasilkan uang dari pekerjaan ku membantu kakakku mengelola usahanya dan aku juga bisa kerja sambilan seperti menjalankan bisnis onlineku. Tapi menurut ia itu bukanlah pekerjaan yang pantas untuk seorang sarjana. Ya memang itu lah yang ku rasa, rasa sakit yang membuatku berkeinginan kuat untuk bangkit. Padahal sambil membantu kakak menjalankan usahanya, secara tidak langsung aku belajar untuk berwirausaha. Apalagi cita-cita terbesar ku adalah menjadi pengusaha sukses dan Penulis, bukan karyawan yang hanya mengharapkan gaji setiap bulannya. Tetapi dimata mereka wirausaha bukanlah sebuah cara yang pantas untuk seorang sarjana mendapatkan uang. Tapi biarlah, tak jadi masalah untuk ku. Karena dalam hidup selalu ada pro dan kontra terhadap kehidupan kita. Semuanya kembali lagi ke cara kita menyikapinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar