Seperti beberapa tahun yang lalu, terasa hati ini dipenuhi dengan bunga-bunga. Begitulah gambaran perasaan ku saat ini. Mengagumi sosok yang tak seharusnya ku kagumi. Iya, itu lah kalimat yang tepat untukku, atau lebih menarik lagi seperti lirik sebuah lagu "Mengagumi Tanpa Dicintai". Kenapa begitu mudahnya saya jatuh cinta dengan waktu yang singkat dan tanpa perkenalan mendalam. Ada apa dengan perasaan ini ya Robb ?? Disaat saya berusaha menata hati dan menjaga sikap karena Allah, tetapi spontanitas perasaan itu muncul menggebu-gebu tidak karuan. Memang itu hal yang fitrah dalam diri manusia, ingin merasa dicintai. Tetapi itulah kelemahan saya, kalah dalam melawan perasaan. Sosok yang ku kagumi pun sedikit memberi arti. Entah apa yang ia rasa, mungkinkah dia merasa apa yang ku rasa ? Mungkinkah cinta ini bertepuk sebelah tangan? atau mungkinkah..... ?? Akh... begitu banyak kemungkinan yang belum terjawabkan. Ribuan harapan masa depan kini hadir memasuki benakku. Secara kasat mata mungkin hati ini mengaguminya. Tetapi secara logika banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memvonis hati ini lagi jatuh cinta. Selama beberapa hari ini, dia kian memasuki kehidupan ku. Kondisi satu kantor mengharuskan ku bertemu dengannya dan mengupayakan ku mengeluarkan kekuatan ekstra untuk menjaga sikap melawan perasaan. Walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya, ku sisihkan waktuku untuk menilai kepribadiannya. Inilah penilaian ku secara logika. Ada beberapa kepribadiannya yang sedikit tidak sreg dihati ini. Pertama mengenai hubungan komunikasi dia dengan Sang pencipta. Hal ini mengurangi nilai dalam kriteria ku, dikarenakan setiap azan zuhur berkumandang dia masih sibuk dengan pekerjaannya. Bukankah panggilan Allah jauh lebih penting dari sebuah pekerjaan ? Dan sosok imam yang baik adalah sosok yang bisa membawa keluarganya ke Jannahnya Allah. Kemudian yang kedua, usaha dia yang dalam mencari pasangan hidup agak kurang. Padahal diisu-isukan sebelumnya, kalau dia gencar cari jodoh. Selain kekurangan, di mataku pun dia juga banyak memiliki kelebihan.
Jika suatu hari kita berjodoh, berharap kau adalah imam yang terbaik dalam hidupku.
Kamis, 10 Juli 2014
Selasa, 08 Juli 2014
Catatan Hati Calon Istri (CHCI)
Beberapa kali merajut cinta
Tapi rajutan ku kandas tak sempurna
Ku hentikan tangan ini merenda
Ku tengadahkan tangan ini dan berdoa
Sajadah pun menjadi teman dalam doa
Tetesan air mata tak kunjung reda
Ribuan nama mu ku sebut dalam memohon pada Nya
Wahai calon imam ku sekiranya kapan kau datang menyapa ???
Bawakan aku akan indahnya berumah tangga
Berbagi cerita nan bahagia
Hapuskan beban bersama-sama
Dalam usaha menggapai ridah Nya
By : Desi Riska Ulpiani
Tulisan ini hanya sebagai hobby belaka, bukan maksud apa-apa tetapi memang iya mewakili apa yang kurasa.. hehe
Jumat, 04 Juli 2014
Bereteman Dengan Penantian
Merajut bintang kepermukaan
Menanam asa pada rembulan
Merengkul matahari tanpa keikhlasan
Tampak langit senyum kegirangan
Dedaunan enggan berteman
Pepohanan pun jauh dari kepedulian
Pupuk kesabaran tak henti-hentinya memberi jawaban
Akar-akar cinta hanya berpegang pada keyakinan
Berikan ku alasan kesabaran dalam penantian
Biarlah..
Biarlah semua itu hanya sebatas impian
Saat ku tatap bintang berikan kilauan
Akan ku jelma harapan menjadi kenyataan
Menjulang tinggi buah keikhlasan
Menanam asa pada rembulan
Merengkul matahari tanpa keikhlasan
Tampak langit senyum kegirangan
Dedaunan enggan berteman
Pepohanan pun jauh dari kepedulian
Pupuk kesabaran tak henti-hentinya memberi jawaban
Akar-akar cinta hanya berpegang pada keyakinan
Berikan ku alasan kesabaran dalam penantian
Biarlah..
Biarlah semua itu hanya sebatas impian
Saat ku tatap bintang berikan kilauan
Akan ku jelma harapan menjadi kenyataan
Menjulang tinggi buah keikhlasan
Langganan:
Postingan (Atom)