Sabtu, 25 Januari 2014
Kecemburuan Menginspirasiku
Diam-diam ku buka blog atau pun artikel-artikel tetangga sebelah. Tidak sekedar membuka, sedikit ku lahap bacaan tersebut walaupun sejatinya aku tidak suka membaca. Keterpaksaan melahap bacaan akhirnya menjadi kebiasaanku. Ada sedikit cemburu setelah melihat bacaan tetangga sebelah, tulisan yang begitu bagus yang menginspirasi dan memaksaku untuk memperbanyak membaca dan menulis. Dalam hatiku berkata apa bisa aku seperti mereka ? Yah, jawaban yang harus ku keluarkan hanyalah satu kata "Of course". Keinginanku untuk menjadi writer, memaksaku harus banyak belajar. Sedikit demi sedikit aku mulai menyukai membaca dan menulis, walaupun hasil karya tulisku tak sebagus blog tetangga sebelah. Kalau boleh jujur "I can't speak well". Itu juga menjadi salah satu alasanku ingin menuangkan ide-ide pemikiranku ke dalam tulisan. Mudah-mudahan lewat tulisan membuat pengetahuan dan wawasanku bertambah yang akhirnya bisa memicu kelancaran ku dalam berbicara. Mungkin juga tulisan yang aku tulis bisa membuat orang sakit kepala. La kok bisa ?? Bisa jadi ..bisa jadi. Dan jawabannya karena tulisanku masih banyak kata ataupun kalimat yang kurang beraturan. Tetapi walaupun blogku tak sebagus tetangga sebelah, aku siap posting dan berharap banyak yang berikan keripik pedas kepada tulisanku agar menjadi pelajaran dan ilmu buatku. Target yang ku rencanakan adalah ingin membuat artikel dan sampai akhirnya ku bisa membuat sebuah novel. Amiin ya Robbal a'lamiin. ^_+
Goresan hati
Andai kalian tahu apa yang ku rasakan sekarang ini, teman ? Aku lelah, aku bosan. Aku sudah berusaha bersyukur, tetapi rasanya sulit banget untuk ku jalani. Badan yang kurang sehat dan pikiran yang gundah gulana. Walaupun begitu aku harus tetap jalani. Mungkin ini ada hubungannya juga dengan adikku yang paling bungsu. Setiap kali dia dirumah, perasaan ku tak tenang. Oh ya aktivitasku sekarang hanya bantu-bantu jaga conter kakakku. Kebetulan conternya menyatu dengan rumah kami. Conternya tepat berada di depan kamar adikku dan kalau mau buka conter harus melewati kamar adikku. Setiap hari ku ditemani sepi, dari bangun tidur sampe tidur lagi hanya sendirian di conter. Dan itu cukup membuat ku suntuk dan bosan di rumah. Di rumah kami hanya tinggal berempat. Orang tua kami di kampung, sementara abangku kalau siang-siang bekerja, Adik ku yang perempuan kuliah tetapi sekarang lagi libur dan dia pun liburan dikampung. Sementara adikku yang paling bungsu Umurnya 18 tahun dan jauh dari banggaan orang tua. Udah berapa kali pindah sekolah dan akhirnya hampir 1 bulan ia berhenti dari sekolah. Selama tidak sekolah, ia hanya di rumah. kadang-kadang main dan gak pulang. Mungkin adikku boleh dibilang nakal. Dari SMP sampai sekarang SMA masih dengan perilaku yang sama. Orang tua kami dibuat nangis olehnya. Kami sudah tak tahu cara mengatasinya. Hanya doa yang hanya bisa kami panjatkan untuknya. Rasa sayang kami terhadap ia pun hilang. Banyak alat-alat kami di rumah di jual olehnya. Aku pun cukup kesal, karena barang yang ku miliki di rusak olehnya. Dari modem ku yang ia curi dan dijual, laptop ku yang di dudukinya dengan alasan yang tak sengaja, motorku yang di rusakinya dan sekarang aki motorku di tukarkan dengan motornya. Dinasehatin, malah dia melawan lebih kasar. Allah berikan dia hidayah dan buka pintu hatinya untuk selalu dijalan Mu. Amiin
Sabtu, 18 Januari 2014
Catatanku ^_^
Buru-buru aku menyiapkan semuanya mulai dari pensil 2B, penghapus, pulpen dan alat tulis lainnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.06 menit. Ku ambil sepatu di rak sepatu sambil memperhatikan kaca ku lihat penampilanku. Tak mau membuang waktu, aku bergegas dengan si biru ku menuju BFI Finance. Yah, pukul 13.30 aku akan mengikuti tes psikotes di perusahaan tersebut. Tibanya disana, pintu dibuka oleh pak satpamnya. Sambil mengucapkan terimakasih, ku titip surat lamaran teman ku ke pak satpam tersebut. Setelah dipersilakan duduk, ku lihat sudah ada calon pelamar lainnya yang sudah menunggu. Kami pun berbincang-bincang dan saling berkenalan satu sama lainnya. Tak lama kemudian kami dipanggil untuk naik ke ruang atas. Dan distulah ruang dimana kami akan mengikuti tes psikotesnya. Setelah semuanya masuk ruangan, ternyata kami hanya 8 orang peserta. Tes pun dimulai, begitu banyak tes psikotes yang harus kami selesaikan. Tetapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Waktu hampir menunjukkan pukul 17.00, aku pun bersiap-siap menuju pulang ke rumah. Tibanya di rumah, aku langsung mandi, sholat dan istirahat. Sekitar pukul 21.00, HP ku berdering. Sebuah SMS dari BFI Finance yang menginfokan untuk ikut tes interview besok paginya. Aku pun tertidur lelap sampai pagi. Pukul 08.00 pagi semua pekerjaanku di rumah sudah ku selesaikan. Pukul 09.05 aku bergegas lagi menuju BFI Finance untuk mengikuti tes interview. Waktulah giliranku dipanggil untuk interview. Semangat kerja ku yang tinggi menghilangkan kegugupanku. Di ruangan itu ku di tanya dengan berbagai pertanyaan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar lagi. Dan sekarang ku hanya menunggu informasi dari perusahaan tersebut. Besar harapanku untuk diterima di perusahaan tersbut. Mohon doanya juga ya buat teman-teman... ^_^
Jumat, 10 Januari 2014
Coretan Hati
Aku berhenti sebentar,merenungkan kisah kehidupan ku kedepannya.
Hati kecilku berkata "harus ku gapai DBAS (Dunia Bahagia Akhirat Surga)".
Itu lah sebuah kalimat yang sering ku dengar dari seorang guruku Ustadz Hendi Kurniah.
DBAS adalah tujuan hidup kita yang sesungguhnya.
Hidup kita tidak cukup untuk bahagia di dunia saja, tetapi juga bahagia di akhirat itu yang terpenting.
Aku cukup bahagia dan bersyukur atas rahmat yang Allah berikan untuk ku selama ini. Aku masih bisa bernafas, diberikan kesehatan dan sebagainya. Alhamdulillah untuk semuanya.
Sisa umurku yang kian berkurang, namun pekerjaan dan jodohku belum kunjung datang. Aku sedih karena aku belum bisa bahagiakan kedua orang tuaku, belum bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk mereka. Ibu, Bapak maafkan anakmu tapi aku akan berusaha untuk kalian. Aku sangat menyayangi kalian.
Hati kecilku berkata "harus ku gapai DBAS (Dunia Bahagia Akhirat Surga)".
Itu lah sebuah kalimat yang sering ku dengar dari seorang guruku Ustadz Hendi Kurniah.
DBAS adalah tujuan hidup kita yang sesungguhnya.
Hidup kita tidak cukup untuk bahagia di dunia saja, tetapi juga bahagia di akhirat itu yang terpenting.
Aku cukup bahagia dan bersyukur atas rahmat yang Allah berikan untuk ku selama ini. Aku masih bisa bernafas, diberikan kesehatan dan sebagainya. Alhamdulillah untuk semuanya.
Sisa umurku yang kian berkurang, namun pekerjaan dan jodohku belum kunjung datang. Aku sedih karena aku belum bisa bahagiakan kedua orang tuaku, belum bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk mereka. Ibu, Bapak maafkan anakmu tapi aku akan berusaha untuk kalian. Aku sangat menyayangi kalian.
Langganan:
Postingan (Atom)