Rabu, 24 Desember 2014
Cinta yang Datang Sekilas Waktu, Kemudian Berlalu.
Selasa, 23 Desember 2014
Kealpaan Diri
Terkunci
dalam ruang hati yang jauh dari suci
Terperangkap
dalam getaran cinta makhluk Ilahi
Terpikat
oleh bujuk rayu duniawi yang kian menepi
Tergolek
lemas komitmen yang sejatinya alarm diri
Bibir
yang kelu, tangan kaki yang kaku
Mata
yang mulai sendu
Memberontak
untuk tidak mengikuti nafsu
Meredupnya
cahaya semakin membuat merindu Mu
Menyuci
hati dari kerdilnya ilmu
Mempompa
kesadaran yang sempat jeda
Memupuk
keimanan dengan ketakwaan
Menyiraminya
dengan air keistiqomahan
Sabtu, 20 Desember 2014
Cinta...
Kata-kata itu yang selalu buat ku kecewa. Kenapa harus ada rasa itu yang hadir dalam manusia. Kapan aku akan terbebas dari itu, Tuhan ?? Disaat aku sudah mulai menyukai sosok laki-laki dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tapi semua hanya selintas waktu. Dan lagi-lagi aku mengalami hal itu. Aku bosan. Aku ingin bersandar. Ingin ku berlari ke tempat jauh, gurun pasir yang luas sehingga aku bisa berteriak bebas. Ku tahu semua itu tidak bisa menghilangkan rasa kecewa yang hinggap di dalam dada, tapi setidaknya sedikit meringankan luapan emosi perasaan yang membuncah. Ini untuk kesekian kalinya aku merasakan hal ini. Laki-laki yang ku pikir bisa mengerti aku dalam kondisi apapun dan berjanji untuk selalu mengerti. Kenyataannya dia juga tidak bisa mengerti. Lagi-lagi hanya alasan aku tidak ada waktu untuk mereka, kemudian mereka meninggalkan ku begitu saja. Aku lelah, Tuhan. Linangan air mata ini mulai deras mengalir dipipi. Aku sudah tak sanggup membendungnya. Tuhan, kalau mereka bukan jodohku. Jangan hadirkan dalam hidupku. Terlalu banyak pelajaran yang tak bernilai.
Kata-kata itu yang selalu buat ku kecewa. Kenapa harus ada rasa itu yang hadir dalam manusia. Kapan aku akan terbebas dari itu, Tuhan ?? Disaat aku sudah mulai menyukai sosok laki-laki dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tapi semua hanya selintas waktu. Dan lagi-lagi aku mengalami hal itu. Aku bosan. Aku ingin bersandar. Ingin ku berlari ke tempat jauh, gurun pasir yang luas sehingga aku bisa berteriak bebas. Ku tahu semua itu tidak bisa menghilangkan rasa kecewa yang hinggap di dalam dada, tapi setidaknya sedikit meringankan luapan emosi perasaan yang membuncah. Ini untuk kesekian kalinya aku merasakan hal ini. Laki-laki yang ku pikir bisa mengerti aku dalam kondisi apapun dan berjanji untuk selalu mengerti. Kenyataannya dia juga tidak bisa mengerti. Lagi-lagi hanya alasan aku tidak ada waktu untuk mereka, kemudian mereka meninggalkan ku begitu saja. Aku lelah, Tuhan. Linangan air mata ini mulai deras mengalir dipipi. Aku sudah tak sanggup membendungnya. Tuhan, kalau mereka bukan jodohku. Jangan hadirkan dalam hidupku. Terlalu banyak pelajaran yang tak bernilai.
Langganan:
Postingan (Atom)
