Kamis, 27 Februari 2014

Ada Hikmah Disetiap Kejadian


Satu kata yang bisa ku panjatkan pada Robb ku "Alhamdulillah". Sebuah kata singkat yang mempunyai makna yang begitu dalam. Rasa syukurku yang harus ku tingkatkan, karena begitu banyak anugrah-Nya yang telah dikirimkan untukku. Kemarin-kemarin ku menyibukkan diri untuk melamar pekerjaan. Dengan semangat yang menggebu-gebu, tak henti-hentinya ku berusaha. Dan pada akhirnya belum membuahkan hasil. Terakhir mengantar lamaran bersama seorang temanku ke salah satu stasiun televisi. Tetapi disitu juga belum ada peluang untukku. Temanku mendapat panggilan dan langsung disuruh untuk bekerja. Setelah beberapa hari bekerja ia merasa jabatan yang ia terima tidak sesuai dengan lamaran yang ia kirim. Seharusnya bagian Administrasi, malah ia meranngkap hampir semua bagian. Dari mulai administrasi keuangan, cari sponsor, make-up, style dan sebagainya. Dia merasa tanggung jawab yang begitu besar yang harus diembankan. Alhasil ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Mungkin itu menjadi alasan kenapa Allah  belum kabulkan doaku untuk bekerja di tempat itu. Ku yakin Allah tahu pekerjaan yang terbaik untukku. Banyak hikmah yang bisa ku ambil dari setiap kejadian. Belajar menyikapi hikmah itu yang perlu aku tingkatkan. Supaya ini bisa menjauhkanku dari sikap mudah mudah putus asa dan kecewa. Aku bersyukur ternyata Allah masih sayang pada ku. 










Kini ku mulai belajar untuk tidak lagi memaksakan kehendakku, berusaha untuk selalu berkhusnuzhon pada Allah. Aku beristirahat sejenak untuk tidak melamar pekerjaan, bukannya aku gagal dan berputus asa tetapi hanya butuh waktu untuk bermuhasabah diri dan menumbuhkan energi untuk kembali optimal. Kembali ku belajar mengambil hikmah dengan aku yang belum bekerja sekarang. Boleh jadi ini dikarenakan abangku yang meninginkanku untuk mengelola usahanya sementara waktu. Isterinya yang sudah masuk hamil 9 bulan, tidak memungkinkan lagi untuk ia bisa beraktivitas seperti biasanya sedangkan abangku yang alhamdulillah diterima sebagai PNS juga tak punya cukup waktu untuk mengelola usahanya sepanjang hari. Oleh karena itu ia menginginkanku untuk menjaga conternya sambil menunggu waktu penerimaan CPNS yang diisu-isukan bulan depan.  Berharap banget bisa jadi pegawai PNS. Aamiin.  :)


Disela-sela waktu ku menjaga conter, ku habiskan waktu untuk perbanyak membaca buku, mencari informasi penting di internet serta ku lakukan hal-hal bermanfaat lainnya. Walaupun kadang suntuk menghampiri, tapi itu bukan menjadi blokade ku untuk berkarya. 

Rabu, 19 Februari 2014

I love Mak

Ibu..
Sosok yang selalu ku rindu..
Kau hadir dengan seribu pesona mu..
Di tempat tidur mu..
Kau belai rambutku dengan kasih sayang..
Kau sampaikan kata-kata yang penuh makna untuk ku..
Kau yang selalu berusaha buatku bahagia..

Ibu..
Sosok yang selalu memotivasi ku..
Di saat diri ini mulai terpuruk, kau dekap dan peluk tubuhku..
Kau bangkitkan lagi semangat ku..
Tak ingin kau lihat diri ini diselimuti kesedihan..

Ibu..
Aku bangga dan sangat bersyukur, karena Allah telah melahirkan ku dari seorang ibu yang penuh dedikasi.
Di saat aku berbagi masalah dengan mu, kau nasehati aku dan berikan solusi yag terbaik.

Terima kasih emak atas pengorbanan dan kasih sayang mu selama ini..
Dan maafkan aku, karena sampai saat ini masih membebani mu..
I love Mak  ^_^





Wahai Robbi..
Masih pantaskah aku jadi hamba Mu yang soleha ?
Disaat ku mulai terasa jauh dari orang-orang yang mendekatkan diri pada Mu..
Disaat iman ku mulai berkurang, dikala Kau uji aku dengan secuil masalah dalam hidupku..
Disaat aku mulai lelah dengan ujian Mu..
Disaat aku tak bisa istiqomah dengan ucapanku..
Ampuni dosa-dosa ku ya Robb..

Lewat kata-kata ini ku tuang isi hatiku, hati yang jauh dari sempurna.
Ku berusaha menjemput hidayah Mu, tingkatkan kualitas iman ku ya Robb.
Jangan biarkan diri ini jauh dari jalan Mu..