Jumat, 14 November 2014
WeLcoMe To My BLoG " Salam Ukhuwah": Aku Merindumu, Masa kecil ku
WeLcoMe To My BLoG " Salam Ukhuwah": Aku Merindumu, Masa kecil ku: Baru kemarin rasanya, kegirangan menyelimuti hari-hariku. Senyum tipis yang terpancar, seolah-olah itu adalah dunia ku. Di sebuah pedesaan k...
Rabu, 12 November 2014
Aku Merindumu, Masa kecil ku
Baru kemarin rasanya, kegirangan menyelimuti hari-hariku. Senyum tipis yang terpancar, seolah-olah itu adalah dunia ku. Di sebuah pedesaan kecil, tempat dimana aku menghabiskan masa kanak-kanak ku hingga remaja bahkan sampai saat ini. Masih terngiang-ngiang di telingaku akan panggilan itu " Piya pulang, sekarang la nek malem, lah main tu !" dari teras rumah sosok wanita separuh baya itu memanggilku dengan logat bahasa daerah desa kami . Sosok itu tak lain adalah Ibu ku, cahaya kehidupan yang selalu menerangiku tatkala kegelapan hidup mulai menghampiri. Sambil bermain lompat tali, ku balas seruan itu dengan terengah-engah "aok mak, suat agik ". Ibu pun tak menghiraukan lagi dan kembali masuk ke dalam rumah.
Masa kecilku, mungkin adalah hal terindah dalam hidup ini. Dengan rutinitas yang tak jauh beda setiap harinya. Pagi-pagi hingga siang adalah jadwal ku ke sekolah, siangnya istirahat sebentar dan setelah itu pergi mengaji TK/TPA, sorenya sepulang dari mengaji masih ada sedikit waktu untuk bermain bersama anak-anak kecil lainnya. Malamnya, tak ada hal ada yang tidak bermanfaat kami gunakan. Ba'da maqrib aku dan anak-anak separuh baya ku tetap melakukan hal posifit yaitu mengaji di sebuah pesantren di desa. Sepulang dari pengajian pun tak ada waktu untuk berkeluyuran, karena pulang mengaji adalah waktu untuk belajar. Ketika belajar pun aku tetap mendapat pengawasan orang tua, menanyakan kepada mereka pelajaran yang belum aku pahami. Setelah belajar aku pun bebas, bisa nonton atau pun langsung tidur asalkan tidak sampai larut malam. Begitulah rutininitas kecil ku tiap hari. Tidak ada beban-beban berat yang bersemayam dipikiran ku. Mungkin masa itu, boleh dikatakan beban terberat ku adalah mengerjakan tugas-tugas sekolah atau menghafal beberapa ayat-ayat Al-qur'an maupun doa-doa. Masih teringat waktu itu, guru ngaji meminta kami untuk menghafal juz Amma, seandainya ada 3 ayat yang tidak terhafal maka siap-siap la telapak tangan kami untuk "dilibes" (Red, dipukul) dengan kayu 3 kali juga. Jadi semangat menghafal pun makin meningkat. Cara mereka (red, guru) seperti itu menurutku adalah cara yang tepat, dengan begitu kami pun merasa takut akan mendapat hukuman tersebut, jadi kami pun harus belajar giat dan sungguh-sungguh. Hukuman yang diberikan juga tidak begitu sakit, karena tidak meninggalkan bekas, hanya sakit sesaat. Aku rindu masa-masa itu, masa kecilku. Dimana aku dengan teman-teman yang lainnya bisa bebas tanpa berat yang harus dipikul. Bermain lompat tali, sembunyi gong, bermain kasti, kelereng dan beberapa permainan lainnya yang pernah ku rasakan di waktu itu. Berbeda dengan sekarang ketika beranjak menjadi wanita dewasa, sejumlah tuntutan yang harus ku kejar.
Masa kecilku, aku merindu mu :)
Masa kecilku, mungkin adalah hal terindah dalam hidup ini. Dengan rutinitas yang tak jauh beda setiap harinya. Pagi-pagi hingga siang adalah jadwal ku ke sekolah, siangnya istirahat sebentar dan setelah itu pergi mengaji TK/TPA, sorenya sepulang dari mengaji masih ada sedikit waktu untuk bermain bersama anak-anak kecil lainnya. Malamnya, tak ada hal ada yang tidak bermanfaat kami gunakan. Ba'da maqrib aku dan anak-anak separuh baya ku tetap melakukan hal posifit yaitu mengaji di sebuah pesantren di desa. Sepulang dari pengajian pun tak ada waktu untuk berkeluyuran, karena pulang mengaji adalah waktu untuk belajar. Ketika belajar pun aku tetap mendapat pengawasan orang tua, menanyakan kepada mereka pelajaran yang belum aku pahami. Setelah belajar aku pun bebas, bisa nonton atau pun langsung tidur asalkan tidak sampai larut malam. Begitulah rutininitas kecil ku tiap hari. Tidak ada beban-beban berat yang bersemayam dipikiran ku. Mungkin masa itu, boleh dikatakan beban terberat ku adalah mengerjakan tugas-tugas sekolah atau menghafal beberapa ayat-ayat Al-qur'an maupun doa-doa. Masih teringat waktu itu, guru ngaji meminta kami untuk menghafal juz Amma, seandainya ada 3 ayat yang tidak terhafal maka siap-siap la telapak tangan kami untuk "dilibes" (Red, dipukul) dengan kayu 3 kali juga. Jadi semangat menghafal pun makin meningkat. Cara mereka (red, guru) seperti itu menurutku adalah cara yang tepat, dengan begitu kami pun merasa takut akan mendapat hukuman tersebut, jadi kami pun harus belajar giat dan sungguh-sungguh. Hukuman yang diberikan juga tidak begitu sakit, karena tidak meninggalkan bekas, hanya sakit sesaat. Aku rindu masa-masa itu, masa kecilku. Dimana aku dengan teman-teman yang lainnya bisa bebas tanpa berat yang harus dipikul. Bermain lompat tali, sembunyi gong, bermain kasti, kelereng dan beberapa permainan lainnya yang pernah ku rasakan di waktu itu. Berbeda dengan sekarang ketika beranjak menjadi wanita dewasa, sejumlah tuntutan yang harus ku kejar.
Masa kecilku, aku merindu mu :)
Senin, 10 November 2014
Pahlawan Bangsa
Ragamu memang tak lagi di depan mata
Bambu runcingmu pupus ditelan masa
Penjajah asing tak lagi berani bertahta
Namun semangat mu tetap terpatri di bangsa tercinta
10 November sekarang tak lagi sama
Seperti kau yang dulu rela mati-matian untuk Negara
Lumuran darah yang mengalir dimana-mana
Tapi kau abaikam itu semua, hanya untuk kemerdekaan bangsa
Berbeda…
Berbeda dengan kami, pemuda pertengahan masa
Tugas kami tak lagi berjuang antara bambu runcing dan senjata
Tapi lebih pada mempertahankan kemerdekaan hasil jasamu yang sangat berharga
Menjadikan bangsa lebih bermatabat di ranah dunia
Dengan pendidikan dan hasil karya berjuta warna
Selamat Hari Pahlawan
Bambu runcingmu pupus ditelan masa
Penjajah asing tak lagi berani bertahta
Namun semangat mu tetap terpatri di bangsa tercinta
10 November sekarang tak lagi sama
Seperti kau yang dulu rela mati-matian untuk Negara
Lumuran darah yang mengalir dimana-mana
Tapi kau abaikam itu semua, hanya untuk kemerdekaan bangsa
Berbeda…
Berbeda dengan kami, pemuda pertengahan masa
Tugas kami tak lagi berjuang antara bambu runcing dan senjata
Tapi lebih pada mempertahankan kemerdekaan hasil jasamu yang sangat berharga
Menjadikan bangsa lebih bermatabat di ranah dunia
Dengan pendidikan dan hasil karya berjuta warna
Selamat Hari Pahlawan
Kamis, 30 Oktober 2014
Harapan dalam semangatku
Hari ini tepat tanggal 30 Oktober 2014, saya mengikuti tes cpns di kantor Gubernur Prov. Bangka Belitung. Sungguh rasanya jantung ini berdetak tak karuan, pernafasan pun tak seperti biasanya. Entah itu pertanda apa, sesak nafas ?? semoga aja bukan. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, saya mendapatkan jadwal hari ini tepatnya pukul 14.00 s/d 16.00 WIB. Seperti peraturan yang ditetapkan, peserta wajib datang 90 menit sebelum tes cpns dimulai. Karena waktu 90 menit sebelum tes tersebut akan digunakan untuk simulasi Computer Assisted Test (CAT). Dan itu berarti saya harus tiba disana pukul 13.00 Wib, semangat ini membuat saya tak ingin menghabiskan waktu yang lebih lama lagi di rumah. Untuk itu pukul 12.30 wib, saya mulai bersiap-siap berangkat, tak lupa sebelum kaki ini melangkah terlebih dahulu saya pamit dan mohon doa restu kepada orang tua beserta keluarga. Memang ini hal sepele, tapi bukankah doa orang tua adalah yang terbaik buat anaknya ? setelah pamit, saya pun bergegas berangkat sambil mengingat-ingat apa yang telah saya pelajari. HmM, setibanya disana registrasi peserta pun sudah dimulai. setelah registrasi selesai, saya dan peserta lain menunggu dan tak lama kemudian kami diminta naik ke lantai 4 untuk mengikuti simulasi CAT. alhamdulillah aplikasi ini tidak menyulitkan dan cukup transparan karena setelah selesai ujian, skor nilai tes kita akan otomatis muncul di layar monitor. Jadi kecil kemungkinan adanya kecurangan. Nah, setelah simulasi selesai, tepat pukul 14.00, kami di komando untuk masuk ke ruangan tes. Saya mendapatkan posisi duduk di depan dengan nomor meja sekian-sekian :) . Alhamdulillah, sebenarnya soal-soal tidak begitu sulit kalau kita belajar, hanya saja mungkin kita merasa dikejar waktu sehingga tak fokus lagi untuk mengerjakan soal. Tetapi semua tergantung kita juga, untuk bisa memenej waktu seoptimal mungkin agar bisa menyelesaikan soal ontime. Dan akhirnya saya bisa menyelesaikan soal tepat dengan waktu yang telah disiapkan. Setelah mengklik mengakhiri ujian, skor nilai saya pun secara otomatis langsung keluar di layar monitor. 3 ratus sekian-sekian total skor yang saya dapatkan pada tes hari ini. Semuanya selesai, usaha telah dilaksanakan, tinggal menunggu hasil berikuntnya. Kini ku hanya bisa berdoa, berharap bisa diterima untuk bekerja mengabdi pada negara. Berharap yang terbaik...
Selasa, 21 Oktober 2014
Cantikkan Penantian
Wahai diri..
Bersabarlah dalam penantian..
Ketika yang diharapkan tak sesuai mimpi..
Bisa jadi Allah ingatkan kesalahan diri..
Perbaiki lagi hati, mungkinkah masih terselip cacat yang begitu tinggi ?
Wahai diri..
Damailah bersama Nya..
Jadikan pahitnya rasa kehidupan yang ditelan sekarang
Sebagai proses menyongsong manisnya masa depan
Kadang untuk menikmati kebahagiaan kita perlu cicipi kesedihan
Agar kita tahu bagaimana proses bahagia itu berjalan
Wahai diri..
Tautkan hatimu dengan pendekatan diri pada Ilahi
Percantikkan lagi kualitas diri hingga kau begitu berarti
Jadilah bidadari bumi untuk sosok yang akan mengahmpirimu nanti
Wahai diri..
Ketahuilah bahwa selalu ada cobaan & tempaan dalam meraih cinta suci nan abadi
Allah uji keimanan kita dalam penantian yang kian menghiasi hari
Dan menjadikan diri bernilai tinggi di mata Ilahi
Semangat belajar membenahi diri. :)
Bersabarlah dalam penantian..
Ketika yang diharapkan tak sesuai mimpi..
Bisa jadi Allah ingatkan kesalahan diri..
Perbaiki lagi hati, mungkinkah masih terselip cacat yang begitu tinggi ?
Wahai diri..
Damailah bersama Nya..
Jadikan pahitnya rasa kehidupan yang ditelan sekarang
Sebagai proses menyongsong manisnya masa depan
Kadang untuk menikmati kebahagiaan kita perlu cicipi kesedihan
Agar kita tahu bagaimana proses bahagia itu berjalan
Wahai diri..
Tautkan hatimu dengan pendekatan diri pada Ilahi
Percantikkan lagi kualitas diri hingga kau begitu berarti
Jadilah bidadari bumi untuk sosok yang akan mengahmpirimu nanti
Wahai diri..
Ketahuilah bahwa selalu ada cobaan & tempaan dalam meraih cinta suci nan abadi
Allah uji keimanan kita dalam penantian yang kian menghiasi hari
Dan menjadikan diri bernilai tinggi di mata Ilahi
Semangat belajar membenahi diri. :)
Senin, 20 Oktober 2014
Bisakah Aku Setegar Akar ??
Malam ini ku ingin bercerita sedikit tentang perjalanan hidupku, terutama perjalanan cinta yang sekian kalinya nyasar untuk tiba dipelabuhan terakhir. Mungkin blog ini bosan menjadi teman curhat ku, dimana hanya datang ketika kesedihan menimpa ku. Iya..aku minta maaf karena seolah-olah kau jadi pelampiasan ku. Tapi ku hanya ingin kau menjadi bukti lika-liku kehidupanku sampai akhirnya ku peroleh "goods ending" dalam sejarah cinta yang ku lalui. Ini berawal dari sebuah renungan ku, yang setelah ku pikir-pikir, banyak laki-laki yang masuk ke ranah hati ku berinisial "H". Dari awal kuliah sampai dengan kehidupan sekarang. Ini adalah salah satu inisial H yang masih ku ingat. Oke..coba dirinci satu-satu... Mulai dari Hendra, Heri, Helmi, Hendy, Hendri, Hendriyono, Haris..Nah itu adalah serentetan inisial H yang pernah menghuni pondok hatiku walaupun sebagiannya hanya sekedar mampir. Tapi dari sekian banyak inisial H yang pernah hadir, tak ada satu pun yang bisa menghiasi dinding hati ini dengan penuh warna bahagia. Ku ingin bulan Oktober 2014 adalah bulan terakhir aku bertemu dengan inisial H. Karena aku begitu membenci semua yang berinisial H. Terlalu banyak kecewa yang mereka hadirkan dalam hidupku. Merancang dan berharap salah satu H tersebut menjadi pelabuhan terakhir ku, ternyata itu hanya angan-angan belaka. Kekecewaan pun memuncak ketika H yang datang bulan oktober dan pergi dalam bulan yang sama dengan meninggalkan berjuta mimpi masa depan. Begitu tersayat, hati yang tadinya utuh kini hancur berkeping-keping tanpa ada yang mempedulikan. Tidak hanya dalam hubungan cinta, dalam lingkup ekonomi pun keuangan ku pun surut tanpa aku ketahui kapan akan menjadi pasang. Pekerjaan yang sebelumnya kami dinyatakan terima belum juga beroperasi. Dan kini ku hanya bisa menunggu kepastian yang tak kunjung datang dengan income yang belum juga bertandang. Iya..aku merasa belum ditemukan titik ekuilibrium dalam grafik kehidupanku, yang terjadi sekarang hanya lah titik terendah yang siap menggerogoti hariku. Tuhan, harus berapa cobaan dan tempaan lagi yang harus ku terima agar aku bisa sekuat akar ?? Beberapa kali aku jatuh, beberapa kali juga aku bangkit dan berdiri tegak. Namun dengan jatuh sekarang, aku belum bisa memastikan apakah aku bisa bangun dan berdiri tegak tanpa pegangan ? Aku hanya makhluk lemah, Tuhan...Aku merindukan hangatnya kasih Mu. Ajarkan aku agar bisa menjadi akar, kuat dan kokoh yang bisa menopang pertumbuhan batangnya.
Kamis, 11 September 2014
Life Is Choice
Life Is Choice
Assalamu’alaikum...
Hai, sudah lama sekali rasanya kita tidak bersua. Malam ini
tiba-tiba aku teringat dan merindukan mu “My Blog”. Banyak hal yang ingin ku
cerita, menorehkan huruf-huruf hitam ini dilembaranmu. Di bawah terangnya
rembulan ditemani kerlipan para bintang, aku ingin mengukir sedikit tentang lukisan
kehidupan. Betapun berat kondisi sekarang yang kita rasakan, hakikatnya
kehidupan kita tetap berjalan. Itulah roda
kehidupan memaksakan kita untuk melintasi kerikil-kerikil hingga sampai tujuan.
Mungkin slogan ini tak asing lagi ditelinga pembaca, “Life
Is Choice” yang artinya kurang lebih “Hidup Adalah Pilihan”. So...intinya dalam
hidup, kita sudah disediakan dengan berbagai macam pilihan, kita cukup ‘’Memilih”
dan “Kerjakan”. Kalau begitu hidup kita itu gampang, tinggal menentukan
pilihan. Terus kenapa kita sering mengeluh tentang kehidupan, iya tak dipungkiri
diri ini masih dalam kategori sering mengeluh. Keluhan sering kita jumpai dimana-dimana,
baik itu face to face maupun lewat media sosial. BBM naik,mengeluh...turun
hujan mengeluh, kemarau mengeluh, gaji UMK
mengeluh, ini itu serba mengeluh. Nah kalau kita selalu ‘’Mengeluh” kapan “Bersyukurnya”???
Ini tulisan bukan sok mengajari apalagi menggurui, hanya sekedar mengingatkan khususnya
diri pribadi akan betapa pentingnya kata “Syukur” dalam kehidupan kita. Itulah
kadang kita sebagai manusia seolah-olah lupa akan betapa besarnya nikmat yang
diturunkan Allah untuk kita. Menjadikan dunia sebagai tujuan semata, padahal
akhirat yang menjadi tujuan nyata.

Kembali lagi pada PILIHAN, banyak hal yang memaksakan kita untuk
memilih. Bukan cuma pilih capres atau pilih jodoh saja, tetapi masih banyak hal
lain yang menjadi menu pilhan. Mau bahagia atau susah aja merupakan sebuah pilihan
apalagi yang lainnya. Itulah cita rasa kehidupan. Setelah kita selesai
menentukan pilihan, tidak sampai disitu saja roda kehidupan berputar. Misalnya
kita ditawarkan kaya atau miskin, pasti serempak kita menjawab ingin KAYA.
Siipz,,itu pilihan yang bagus. Tapi apa mungkin dengan menentukan pilihan saja kita
langsung menjadi kaya. Kayaknya JAUH DARI MUNGKIN bila tanpa “DO IT”
(Red,,duit..hehe). iya kita harus segera action dan mempraktekkan bagaimana
usaha kita untuk menjadi kaya. Tidak bisa hanya berdiam diri dan menunggu uang jatuh
dari langit kayak turunnya hujan.. Kehidupan
bukan sebuah dongeng...Ini kehidupan nyata, teman.... Terus bagaimana dengan
pilihan yang kita ambil namun kita enggan bertanggung jawab dengan pilihan tersebut ??? atau kita hanya ditawarkan hanya dengan
SATU PILIHAN ??? hayoo..hayoo tu gimana ?? Misalnya mau jadi anak pintar, tapi
usaha untuk jadi pintar itu gak ada alias nihil. Itu mah sama aja dengan
bermimpi.. Setidaknya kalau kita mau
pintar, ikhtiar kita cukup belajar giat + doa...kita cukup menjalani prosesnya
dan berharap hasil yang terbaik. Nah..kalau cuma ada satu pilihan gimana tu ??
yachh...mau gak mau harus kita WAJIB jalani, terus gimana lagi..gak ada pilihan
lain.. So..solusi satu-satunya adalah HHN (Hadapi, Hayati dan Nikmati) nah ini
solusi saya dapat dari sebuah status nya Aa’ Gym J
Now, Lets Choice and Do It... Good Luck For Your Life,,
Friens :)
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
