Senin, 20 Oktober 2014
Bisakah Aku Setegar Akar ??
Malam ini ku ingin bercerita sedikit tentang perjalanan hidupku, terutama perjalanan cinta yang sekian kalinya nyasar untuk tiba dipelabuhan terakhir. Mungkin blog ini bosan menjadi teman curhat ku, dimana hanya datang ketika kesedihan menimpa ku. Iya..aku minta maaf karena seolah-olah kau jadi pelampiasan ku. Tapi ku hanya ingin kau menjadi bukti lika-liku kehidupanku sampai akhirnya ku peroleh "goods ending" dalam sejarah cinta yang ku lalui. Ini berawal dari sebuah renungan ku, yang setelah ku pikir-pikir, banyak laki-laki yang masuk ke ranah hati ku berinisial "H". Dari awal kuliah sampai dengan kehidupan sekarang. Ini adalah salah satu inisial H yang masih ku ingat. Oke..coba dirinci satu-satu... Mulai dari Hendra, Heri, Helmi, Hendy, Hendri, Hendriyono, Haris..Nah itu adalah serentetan inisial H yang pernah menghuni pondok hatiku walaupun sebagiannya hanya sekedar mampir. Tapi dari sekian banyak inisial H yang pernah hadir, tak ada satu pun yang bisa menghiasi dinding hati ini dengan penuh warna bahagia. Ku ingin bulan Oktober 2014 adalah bulan terakhir aku bertemu dengan inisial H. Karena aku begitu membenci semua yang berinisial H. Terlalu banyak kecewa yang mereka hadirkan dalam hidupku. Merancang dan berharap salah satu H tersebut menjadi pelabuhan terakhir ku, ternyata itu hanya angan-angan belaka. Kekecewaan pun memuncak ketika H yang datang bulan oktober dan pergi dalam bulan yang sama dengan meninggalkan berjuta mimpi masa depan. Begitu tersayat, hati yang tadinya utuh kini hancur berkeping-keping tanpa ada yang mempedulikan. Tidak hanya dalam hubungan cinta, dalam lingkup ekonomi pun keuangan ku pun surut tanpa aku ketahui kapan akan menjadi pasang. Pekerjaan yang sebelumnya kami dinyatakan terima belum juga beroperasi. Dan kini ku hanya bisa menunggu kepastian yang tak kunjung datang dengan income yang belum juga bertandang. Iya..aku merasa belum ditemukan titik ekuilibrium dalam grafik kehidupanku, yang terjadi sekarang hanya lah titik terendah yang siap menggerogoti hariku. Tuhan, harus berapa cobaan dan tempaan lagi yang harus ku terima agar aku bisa sekuat akar ?? Beberapa kali aku jatuh, beberapa kali juga aku bangkit dan berdiri tegak. Namun dengan jatuh sekarang, aku belum bisa memastikan apakah aku bisa bangun dan berdiri tegak tanpa pegangan ? Aku hanya makhluk lemah, Tuhan...Aku merindukan hangatnya kasih Mu. Ajarkan aku agar bisa menjadi akar, kuat dan kokoh yang bisa menopang pertumbuhan batangnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar