Banyak
orang mengatakan semakin bertambahnya umur, maka bertambahlah kedewasaannya.
Entahlah mungkin pernyataan itu bisa jadi benar. Tapi menurut prediksi dari
pandangan mata dan perasa hati yang ku alami tidak semua yang tua itu dewasa. Begitu
juga sebaliknya tidak semua yang dewasa itu tua. Setiap orang mempunyai
karakteristik dan pola pikir yang
beraneka ragam. Kedewasaan seseorang tak bisa kita ukur dari factor umur saja.
Coba perhatikan atau kalau mau silakan lakukan survey ! Mungkin umur yang
sebentar lagi diakhir tahun menginjak usia 24 tahun, membuat diri ini telah
merasakan sedikit banyak pahit manis kehidupan. Bertemu banyak orang dengan
cara pikir dan sikap yang beraneka. Dari anak-anak yang baru lahir ke dunia
sampai kakek nenek yang lansia. Alhamdulillah saya pernah menemuinya. Dari
mereka aku belajar banyak hal, terutama belajar memahami. Pernah ku temui
seorang anak yang masih menginjak bangku sekolah SMP. Tapi tampak kedewasaan
terpancar dari raut wajah dan perilakunya. Dari tata bicaranya, adab kepada
orang tua serta cara ia bersosialisasi kepada sesama. Sungguh luar biasa, yang
jarang ada pada anak diusianya. Tak pernah kata-kata kotor keluar dari
mulutnya. Hari-harinya pun selalu ada hal-hal yang bermanfaat yang ia lakukan.
Nampak ada ketulusan di bola matanya. Alangkah mulianya sifat seorang anak
remaja di tengah kehidupan yang penuh godaan untuk bergaya. Dilain hal pernah
juga ku jumpai sosok yang harusnya dewasa kalau dilihat dari usia, tapi tingkah
dan gaya pikirnya tidak jauh beda dengan anak remaja. Dengan gaya hidup yang
penuh hura-hura, hingga rela habiskan uang berjuta-juta. Egois dan tak memikirkan
orang lain mungkin itu adalah bagian pola hidupnya. Bersemayam dengan
kesenangan belaka, hingga lupa akan dunia ke dua. Iya, dewasa itu tak harus
tua. Tapi biasanya dewasa itu, kadang diperoleh seseorang dari pengalaman yang
dinobatkan sebagai guru yang paling berharga. Belum ada alat ukur yang bisa
menilai tingkat kedewasaan seseorang. Tetapi kedewasaan dapat dilihat dari ia
bangkit dalam keterpurukan dan cara ia mengambil keputusan. Mari beranjak
dewasa seiring berjalannya usia. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar