Kamis, 11 September 2014

Life Is Choice



Life Is Choice
Assalamu’alaikum...
Hai, sudah lama sekali rasanya kita tidak bersua. Malam ini tiba-tiba aku teringat dan merindukan mu “My Blog”. Banyak hal yang ingin ku cerita, menorehkan huruf-huruf hitam ini dilembaranmu. Di bawah terangnya rembulan ditemani kerlipan para bintang,  aku ingin mengukir sedikit tentang lukisan kehidupan. Betapun berat kondisi sekarang yang kita rasakan, hakikatnya kehidupan kita tetap berjalan.  Itulah roda kehidupan memaksakan kita untuk melintasi kerikil-kerikil hingga sampai tujuan.
Mungkin slogan ini tak asing lagi ditelinga pembaca, “Life Is Choice” yang artinya kurang lebih “Hidup Adalah Pilihan”. So...intinya dalam hidup, kita sudah disediakan dengan berbagai macam pilihan, kita cukup ‘’Memilih” dan “Kerjakan”. Kalau begitu hidup kita itu gampang, tinggal menentukan pilihan. Terus kenapa kita sering mengeluh tentang kehidupan, iya tak dipungkiri diri ini masih dalam kategori sering mengeluh. Keluhan sering kita jumpai dimana-dimana, baik itu face to face maupun lewat media sosial. BBM naik,mengeluh...turun hujan mengeluh, kemarau mengeluh,  gaji UMK mengeluh, ini itu serba mengeluh. Nah kalau kita selalu ‘’Mengeluh” kapan “Bersyukurnya”??? Ini tulisan bukan sok mengajari apalagi menggurui, hanya sekedar mengingatkan khususnya diri pribadi akan betapa pentingnya kata “Syukur” dalam kehidupan kita. Itulah kadang kita sebagai manusia seolah-olah lupa akan betapa besarnya nikmat yang diturunkan Allah untuk kita. Menjadikan dunia sebagai tujuan semata, padahal akhirat yang menjadi tujuan nyata.


Hidup Adalah Pilihan

Kembali lagi pada PILIHAN, banyak hal yang memaksakan kita untuk memilih. Bukan cuma pilih capres atau pilih jodoh saja, tetapi masih banyak hal lain yang menjadi menu pilhan. Mau bahagia atau susah aja merupakan sebuah pilihan apalagi yang lainnya. Itulah cita rasa kehidupan. Setelah kita selesai menentukan pilihan, tidak sampai disitu saja roda kehidupan berputar. Misalnya kita ditawarkan kaya atau miskin, pasti serempak kita menjawab ingin KAYA. Siipz,,itu pilihan yang bagus. Tapi apa mungkin dengan menentukan pilihan saja kita langsung menjadi kaya. Kayaknya JAUH DARI MUNGKIN bila tanpa “DO IT” (Red,,duit..hehe). iya kita harus segera action dan mempraktekkan bagaimana usaha kita untuk menjadi kaya. Tidak bisa hanya berdiam diri dan menunggu uang jatuh dari langit kayak turunnya hujan..  Kehidupan bukan sebuah dongeng...Ini kehidupan nyata, teman.... Terus bagaimana dengan pilihan yang kita ambil namun kita enggan bertanggung jawab dengan pilihan tersebut  ??? atau kita hanya ditawarkan hanya dengan SATU PILIHAN ??? hayoo..hayoo tu gimana ?? Misalnya mau jadi anak pintar, tapi usaha untuk jadi pintar itu gak ada alias nihil. Itu mah sama aja dengan bermimpi..  Setidaknya kalau kita mau pintar, ikhtiar kita cukup belajar giat + doa...kita cukup menjalani prosesnya dan berharap hasil yang terbaik. Nah..kalau cuma ada satu pilihan gimana tu ?? yachh...mau gak mau harus kita WAJIB jalani, terus gimana lagi..gak ada pilihan lain.. So..solusi satu-satunya adalah HHN (Hadapi, Hayati dan Nikmati) nah ini solusi saya dapat dari sebuah status nya Aa’ Gym  J
Now, Lets Choice and Do It... Good Luck For Your Life,, Friens :)

Kamis, 14 Agustus 2014

Mungkinkah kesendirian ku tanpa batas ?? Sungguh ku tak ingin bila itu terjadi. Ya memang, di dunia kita diuji dengan kesabaran, menerima dengan keikhlasan. Tapi sulit rasanya ketika kita menjalaninya. Tuhan, adakah sedikit celah untuk ku bisa masuk ke ruang yang luas, ruang yang ditempati kebanyakan orang, ruang dimana kebahagiaan itu berada. Izinkan aku menulusurinya, menapaki hingga aku bisa menyelusup masuk ke hiruk pikuk yang biasa dirasakan sebagian besar orang. "Hiruk pikuk kebahagiaan cinta yang abadi". Namun jalan yang ku tempuh agar bisa masuk ke ruang kedamaian tersebut terlalu banyak semak belukar, bahkan angin topan yang tak segan-segan menerjang. Andai saja pintu ajaib doraemon bisa ku pinjam, ingin ku memasuki ruang tanpa kegalauan itu dengan leluasa. Dan itu sangat tidak mungkin terjadi. Allah, Kau uji aku agar ketakwaan dan keimanan ku mendapatkan nilai dan predikat tertinggi di mata Mu.

Senin, 11 Agustus 2014

Melihat perkembangan iman pada diri ini, semakin hari bukannya peningkatan iman yang membaik tetapi malah grafik iman yang semakin menurun. Hati yang terasa semakin jauh dari Mu, ilmu yang kian menipis dan sikap yang mulai tak terjaga. Allah,  ku mulai sadar kalau hidayah Mu, kian enggan menghampiri. Mungkinkah dosa ku yang menggunung ? Allah, ampuni dosa-dosaku... ini lah aku, hamba Mu yang begitu lemah, tak bisa mengalahkan dunia dengan iman. Memang benar apalah arti kebahagiaan dunia tanpa iman.Hanya kekosongan. Bak rumah istana tanpa peralatan didalamnya. begitu juga iman.

Kamis, 07 Agustus 2014

Galau Tanpa Makna

Sambil mengunyah jeruk, jemari ini malah enak-enaknya menari di atas keyboard. Kangen...lama tak bersua dengan my blog kesayangan....terasa ada yang hilang..hehe...Oh ya mungkin sekilas lihat dari judulnya,  bisa diterka apa yang akan ku ukir di dalam tulisan ini. Kata yang tak pernah asing lagi kita baca, dengar bahkan kita alami di dalam cerita kehidupan. Sebuah kata "galau" yang bisa membuat orang tidak mau makan, tidak bisa tidur bahkan tidak tahu apa yang ia rasakan :)
Mungkin salah satu dari teman-teman pernah merasakan hal-hal seperti itu ?? hati-hati dan waspadai berarti gejala galau mulai menghampiri...he... 
Nah, apa kalian tahu gejala galau juga pernah menular dalam kehidupanku. Rasanya tak enak banget......galau kehidupan yang ku telan tanpa dikunyah ingin ku muntahkan...saking begitu banyak efek negatif yang ku terima. Iya,,akhir-akhir ini tanpa ku sadari banyak status bbm ku menunjukkan gejala galau sedang bersama ku. Padahal tak semua status yang ku buat sepenunhnya terbit dari hati. Tersentak kesadaran status galau ku berawal dari percakapanku dengan rekan kerjaku. Dan pada akhirnya menanyakan perihal status galau ku di bbm. Aku pun tersadar ternyata selama ini banyak status tak berbobot hinggap di notofication teman-teman bbm. Bukan hanya rekan kerja yang menyadarkan ku, tetapi tetangga belakang rumah pun menanyakan sebab akibat galau ku....Dan aku pun membenarkan statement mereka. Ntah kenapa akhir-akhir ini sering bikin status galau. Tapi banyak alasan galau yang akan ku jelaskan secara singkat.
1. karena ini minggu habis lebaran, banyak teman-teman yang bakal menikah
2. dorongan orang tua yang menginginkanku melepaskan masa lajang
3. pekerjaan deadline di kantor yang siap menunggu kepala dipenuhi bintang
4. faktor kesendirian.
Menurut pengalamanku ,,,segitu dulu penyebab galau
udah dulu ya all, ini mata tinggal berapa watt..
Wassalamu'alaikum..

Kamis, 10 Juli 2014

Seperti beberapa tahun yang lalu, terasa hati ini dipenuhi dengan bunga-bunga. Begitulah gambaran perasaan ku saat ini. Mengagumi sosok yang tak seharusnya ku kagumi. Iya, itu lah kalimat yang tepat untukku, atau lebih menarik lagi seperti lirik sebuah lagu "Mengagumi Tanpa Dicintai". Kenapa begitu mudahnya saya jatuh cinta dengan waktu yang singkat dan tanpa perkenalan mendalam. Ada apa dengan perasaan ini ya Robb ?? Disaat saya berusaha menata hati dan menjaga sikap karena Allah, tetapi spontanitas perasaan itu muncul menggebu-gebu tidak karuan. Memang itu hal yang fitrah dalam diri manusia, ingin merasa dicintai. Tetapi itulah kelemahan saya, kalah dalam melawan perasaan. Sosok yang ku kagumi pun sedikit memberi arti. Entah apa yang ia rasa, mungkinkah dia merasa apa yang ku rasa ? Mungkinkah cinta ini bertepuk sebelah tangan? atau mungkinkah..... ?? Akh... begitu banyak kemungkinan yang belum terjawabkan. Ribuan harapan masa depan kini hadir memasuki benakku. Secara kasat mata mungkin hati ini mengaguminya. Tetapi secara logika banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memvonis hati ini lagi jatuh cinta. Selama beberapa hari ini, dia kian memasuki kehidupan ku. Kondisi satu kantor mengharuskan ku bertemu dengannya dan mengupayakan ku mengeluarkan kekuatan ekstra untuk menjaga sikap melawan perasaan. Walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya, ku sisihkan waktuku untuk menilai kepribadiannya. Inilah penilaian ku secara logika. Ada beberapa kepribadiannya yang sedikit tidak sreg dihati ini. Pertama mengenai hubungan komunikasi dia dengan Sang pencipta. Hal ini mengurangi nilai dalam kriteria ku, dikarenakan setiap azan zuhur berkumandang dia masih sibuk dengan pekerjaannya. Bukankah panggilan Allah jauh lebih penting dari sebuah pekerjaan ? Dan sosok imam yang baik adalah sosok yang bisa membawa keluarganya ke Jannahnya Allah.  Kemudian yang kedua, usaha dia yang dalam mencari pasangan hidup agak kurang. Padahal diisu-isukan sebelumnya, kalau dia gencar cari jodoh. Selain kekurangan, di mataku pun dia juga banyak memiliki kelebihan.
Jika suatu hari kita berjodoh, berharap kau adalah imam yang terbaik dalam hidupku.

Selasa, 08 Juli 2014


Catatan Hati Calon Istri (CHCI)


Beberapa kali merajut cinta
Tapi rajutan ku kandas tak sempurna
Ku hentikan tangan ini merenda
Ku tengadahkan tangan ini dan berdoa

Sajadah pun menjadi teman dalam doa
Tetesan air mata tak kunjung reda
Ribuan nama mu ku sebut dalam memohon pada Nya
Wahai calon imam ku sekiranya kapan kau datang menyapa ???

Bawakan aku akan indahnya berumah tangga
Berbagi cerita nan bahagia
Hapuskan beban bersama-sama
Dalam usaha menggapai ridah Nya


By : Desi Riska Ulpiani



Tulisan ini hanya sebagai hobby belaka, bukan maksud apa-apa tetapi memang iya mewakili apa yang kurasa.. hehe

Jumat, 04 Juli 2014

Bereteman Dengan Penantian

Merajut bintang kepermukaan
Menanam asa pada rembulan
Merengkul matahari tanpa keikhlasan
Tampak langit senyum kegirangan

Dedaunan enggan berteman
Pepohanan pun jauh dari kepedulian
Pupuk kesabaran tak henti-hentinya memberi jawaban
Akar-akar cinta hanya berpegang pada keyakinan
Berikan ku alasan kesabaran dalam penantian

Biarlah..
Biarlah semua itu hanya sebatas impian
Saat ku tatap bintang berikan kilauan
Akan ku jelma harapan menjadi kenyataan
Menjulang tinggi buah keikhlasan